Kerajinan Jabar Laris di Inacraft 2026: Penjualan Tembus Rp450 Juta, Produk Premium Paling Diburu

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerajinan Jabar Laris di Inacraft 2026: Penjualan Tembus Rp450 Juta, Produk Premium Paling Diburu

Kerajinan Jabar Laris di Inacraft 2026: Penjualan Tembus Rp450 Juta, Produk Premium Paling Diburu

Gelaran Inacraft 2026 di Jakarta kembali menjadi panggung penting bagi produk kriya Indonesia, dan Jawa Barat mencuri perhatian. Dekranasda Jawa Barat dilaporkan membukukan performa penjualan yang kuat sepanjang pameran, menandakan minat pasar terhadap kerajinan yang menggabungkan kualitas premium, identitas budaya, dan sentuhan desain modern.

Pameran The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair berlangsung di JICC Senayan pada 4–8 Februari 2026. Dalam periode itu, stan Dekranasda Jawa Barat bersama perwakilan kabupaten/kota mencatat penjualan kumulatif lebih dari Rp450 juta. Angka ini menggambarkan bahwa kerajinan daerah tidak hanya relevan, tetapi juga memiliki daya saing ketika dikemas dengan narasi dan mutu yang tepat.

Beberapa produk disebut menjadi favorit pembeli, seperti aksesori etnik, sepatu kulit artisan, batik tulis, luaran, hingga kebaya modern. Pola ini menarik karena menunjukkan pasar tidak sekadar mencari cendera mata, tetapi juga produk fungsional yang bisa dipakai sehari-hari dan tetap membawa unsur budaya.

Daya tarik stan Jawa Barat juga tampak dari aktivitas pengunjung. Disebutkan ratusan pengunjung per hari memadati area pameran Jabar, menandakan interaksi jual beli dan konsultasi produk berjalan intens. Dalam pameran seperti ini, interaksi sering menjadi faktor penentu, karena pembeli ingin memahami bahan, proses produksi, hingga cerita di balik motif atau teknik.

Inacraft 2026 sendiri menargetkan kehadiran pembeli internasional dari berbagai negara. Target tersebut penting bagi pelaku UMKM, karena pameran bukan hanya tempat transaksi langsung, tetapi juga ajang membuka jalur distribusi baru, penjajakan kerja sama, dan peluang ekspor. Ketika buyer luar negeri tertarik pada kualitas dan konsistensi produksi, pasar dapat berkembang jauh melampaui event pameran.

Tahun ini Inacraft mengangkat tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, menempatkan perempuan sebagai motor ekonomi kreatif di sektor kriya. Dekranasda Jawa Barat mengirimkan 24 UMKM pilihan dan mayoritas disebut merupakan wirausaha perempuan. Ini mempertegas arah pameran: mengangkat keterampilan, kepemimpinan, dan ketahanan ekonomi yang dibangun dari usaha berbasis kerajinan.

Keberhasilan penjualan bukan berarti pekerjaan selesai. Tantangan terbesar biasanya muncul setelah pameran: menjaga momentum produksi, mempertahankan standar kualitas, memperluas jejaring, dan melakukan inovasi desain tanpa kehilangan akar budaya. Bagi kerajinan daerah, konsistensi adalah “mata uang” utama untuk menembus pasar yang lebih luas.

Dekranasda Jawa Barat menyampaikan komitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing. Ini bisa dibaca sebagai upaya jangka panjang: pelatihan, kurasi produk, akses pembiayaan, hingga strategi pemasaran yang lebih modern. Dengan ekosistem kuat, pengrajin tidak hanya menjual barang, tetapi membangun merek kolektif yang memiliki nilai tambah.

Inacraft sering menjadi batu loncatan karena mempertemukan produk dengan pasar di satu tempat. Saat produk Jawa Barat “diserbu pembeli”, sinyalnya jelas: ada permintaan yang nyata. Tinggal bagaimana permintaan itu dikelola menjadi kontrak berulang, distribusi stabil, dan peluang ekspor yang terukur.

Jika tren ini dijaga, kerajinan premium berbasis budaya bisa menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Bukan hanya meningkatkan pendapatan UMKM, tetapi juga memperkuat identitas lokal sebagai nilai ekonomi yang bisa dibawa ke pasar nasional dan global.

Berita Terkait

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda
Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing
Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026
Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan
Curug Genting Batang Tarik 100 Wisatawan per Hari Saat Libur Sekolah
Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan
Jawa Barat Luncurkan SWJ-MFT dan IPKN untuk Perkuat Pariwisata Kelas Dunia
Pemkab Bojonegoro Perkuat Program Beasiswa Demi Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:37 WIB

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:14 WIB

Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan

Berita Terbaru