Kemensos Percepat Reaktivasi BPJS PBI Nonaktif Untuk Pasien Cuci Darah, RS Diminta Tak Menolak

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 9 Februari 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPJS

BPJS

Kementerian Sosial (Kemensos) menerapkan mekanisme reaktivasi cepat bagi peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang statusnya sempat dinonaktifkan. Langkah ini diprioritaskan untuk pasien gagal ginjal yang memerlukan layanan cuci darah, mengingat layanan tersebut bersifat rutin dan tidak bisa tertunda. Pemerintah menegaskan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, tidak seharusnya menolak pasien dengan alasan kepesertaan sedang nonaktif, karena proses aktivasi ulang akan dipercepat.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyampaikan bahwa pihaknya memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi pasien cuci darah yang terdampak penonaktifan akan segera diaktifkan kembali. Penekanan utama pemerintah adalah keberlanjutan layanan medis. Jika pasien sudah datang dan membutuhkan tindakan, prosedur administratif tidak boleh menjadi hambatan yang membuat perawatan tertunda.

Menurut Agus, pemerintah meminta rumah sakit untuk tetap melayani pasien cuci darah yang datang dalam kondisi membutuhkan tindakan. Ia menjelaskan bahwa status yang sempat diblokir akan direaktivasi, sehingga alasan administratif tidak semestinya dipakai sebagai dasar penolakan layanan. Pernyataan ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah sedang berupaya menutup celah layanan, terutama pada pasien dengan kebutuhan medis mendesak dan berulang.

Untuk memastikan percepatan reaktivasi bisa berjalan serentak di berbagai daerah, Kemensos disebut telah meminta BPJS Kesehatan memberikan penanda khusus bagi pasien cuci darah. Penanda ini diharapkan membantu proses identifikasi agar reaktivasi bisa dilakukan lebih cepat, dengan mekanisme yang seragam secara nasional. Dengan cara itu, pasien tidak perlu menghadapi ketidakpastian yang berulang setiap kali membutuhkan layanan.

Agus juga menyinggung konteks keadaan darurat, termasuk warga yang terdampak bencana. Dalam kondisi seperti itu, akses layanan kesehatan tetap harus diprioritaskan. Karena itu, pemerintah menilai penting memastikan pasien yang memerlukan cuci darah tidak tersendat, baik karena status kepesertaan maupun kendala koordinasi antarinstansi.

Saat ini, Kemensos disebut sedang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk mengeksekusi percepatan aktivasi ulang bagi peserta PBI-JK nonaktif, khususnya pasien cuci darah. Pemerintah menekankan bahwa skema reaktivasi ini merupakan langkah praktis agar layanan vital tetap berjalan, sembari penataan data dan kebijakan kepesertaan di tingkat nasional terus diperbaiki.

Berita Terkait

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda
Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing
Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026
Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan
Curug Genting Batang Tarik 100 Wisatawan per Hari Saat Libur Sekolah
Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan
Jawa Barat Luncurkan SWJ-MFT dan IPKN untuk Perkuat Pariwisata Kelas Dunia
Pemkab Bojonegoro Perkuat Program Beasiswa Demi Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:37 WIB

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:14 WIB

Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan

Berita Terbaru