Dinkes Jabar Tegaskan Kusta Tidak Mudah Menular dan Minta Hentikan Stigma

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kusta

Ilustrasi Kusta

Dinas Kesehatan Jawa Barat menegaskan bahwa kusta bukan penyakit yang mudah menular seperti yang masih banyak diyakini masyarakat. Melalui edukasi publik, Dinkes Jabar mengajak warga memahami fakta medis tentang kusta sekaligus menghentikan stigma terhadap penderitanya.

Penjelasan itu disampaikan lewat unggahan di akun Instagram resmi Dinkes Jabar. Dalam materi edukasi tersebut, instansi kesehatan daerah menyoroti bahwa banyak diskriminasi terhadap penderita kusta muncul karena kesalahpahaman mengenai cara penularan penyakit.

Dinkes Jabar menekankan bahwa kusta tidak menular melalui kontak sosial biasa. Aktivitas seperti bersalaman, berpelukan, atau berbagi makanan tidak otomatis menyebabkan penularan, sehingga masyarakat diminta tidak takut berlebihan dalam interaksi sehari-hari.

Menurut penjelasan yang dibagikan, penularan kusta umumnya terjadi melalui kontak erat dan dalam waktu lama dengan penderita yang belum menjalani pengobatan. Artinya, penularan tidak terjadi secara cepat hanya karena pertemuan singkat atau kontak kasual.

Fakta ini penting untuk dipahami karena persepsi bahwa kusta sangat mudah menyebar sering kali menjadi akar diskriminasi. Banyak penderita akhirnya dijauhi secara sosial, padahal interaksi wajar sehari-hari tidak serta-merta menimbulkan risiko penularan.

Dinkes Jabar juga menjelaskan bahwa penderita kusta yang menjalani pengobatan secara teratur memiliki risiko penularan yang sangat rendah. Setelah rutin minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, penderita tidak lagi mudah menularkan penyakit kepada orang lain.

Dengan kondisi tersebut, Dinkes Jabar meminta masyarakat untuk tidak menjauhi apalagi mendiskriminasi orang dengan kusta. Dukungan sosial dan pemahaman yang benar justru dinilai penting agar penderita dapat menjalani pengobatan dengan baik dan pulih tanpa tekanan sosial.

Edukasi publik yang tepat, menurut Dinkes Jabar, menjadi kunci memutus rantai stigma. Ketika masyarakat memahami fakta medis bahwa kusta tidak mudah menular dan bisa dikendalikan dengan pengobatan, maka ruang untuk prasangka dan mitos dapat dipersempit.

Ajakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kusta bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga isu kemanusiaan. Masyarakat diharapkan menempatkan penderita sebagai individu yang berhak mendapat pengobatan, dukungan, dan perlakuan setara tanpa diskriminasi.

Berita Terkait

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda
Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing
Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026
Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan
Curug Genting Batang Tarik 100 Wisatawan per Hari Saat Libur Sekolah
Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan
Jawa Barat Luncurkan SWJ-MFT dan IPKN untuk Perkuat Pariwisata Kelas Dunia
Pemkab Bojonegoro Perkuat Program Beasiswa Demi Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:37 WIB

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:14 WIB

Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan

Berita Terbaru