BGN Pastikan Program Makan Bergizi untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Tetap Berjalan Saat Ramadan

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Makan Bergizi

Program Makan Bergizi

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan program Makan Bergizi (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penegasan ini diberikan untuk memastikan layanan pemenuhan gizi tidak terputus pada kelompok yang membutuhkan asupan teratur, terlepas dari perubahan pola aktivitas masyarakat selama Ramadan.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa skema layanan akan menyesuaikan karakter penerima manfaat. Namun, penyesuaian utama difokuskan pada penerima di sekolah dan pesantren, sementara kelompok ibu dan anak balita tetap mendapatkan distribusi seperti hari biasa. Artinya, tidak ada pergeseran jadwal konsumsi atau perubahan konsep layanan bagi penerima manfaat non-sekolah yang tidak terikat jam belajar.

Untuk peserta didik, BGN menyiapkan beberapa mekanisme agar program tetap efektif tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa. Di wilayah yang mayoritas siswa berpuasa, makanan dapat dikirim dalam bentuk menu yang lebih tahan lama dan mudah dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka. Pola ini memungkinkan siswa tetap menerima manfaat program tanpa harus makan di jam sekolah ketika mereka sedang menahan lapar dan dahaga.

Sebaliknya, di daerah yang mayoritas tidak menjalankan puasa, layanan MBG di sekolah bisa tetap berjalan seperti biasa. Dengan pendekatan seperti ini, BGN berusaha menjaga fleksibilitas pelaksanaan program, karena kondisi sosial dan kebiasaan tiap daerah tidak seragam. Penyesuaian dilakukan agar manfaat gizi tetap sampai, sekaligus menghormati praktik keagamaan yang berlangsung.

Sementara itu, untuk lingkungan pesantren, mekanisme dapat berbeda karena dapur layanan gizi dan penerima berada dalam satu kawasan. Jadwal konsumsi memungkinkan digeser ke waktu berbuka puasa sehingga makanan dapat dinikmati pada waktu yang tepat, tanpa mengurangi kualitas distribusi dan pengawasan konsumsi. Model ini dinilai lebih realistis karena aktivitas santri juga memiliki ritme khas selama Ramadan.

BGN menyebut skema teknis masih terus dimatangkan, dengan target memastikan program pemenuhan gizi tetap optimal. Fokusnya adalah menjaga kesinambungan layanan, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, agar kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi selama Ramadan tanpa jeda layanan.

Berita Terkait

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda
Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing
Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026
Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan
Curug Genting Batang Tarik 100 Wisatawan per Hari Saat Libur Sekolah
Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan
Jawa Barat Luncurkan SWJ-MFT dan IPKN untuk Perkuat Pariwisata Kelas Dunia
Pemkab Bojonegoro Perkuat Program Beasiswa Demi Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:37 WIB

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:14 WIB

Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan

Berita Terbaru