Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh pelaku koperasi untuk terus memperkuat semangat gotong royong sekaligus meningkatkan profesionalisme agar mampu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Ajakan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Upacara yang mengusung tema “Koperasi Indonesia Berdaya, Indonesia Berjaya” itu dihadiri pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), perwakilan kementerian, BUMN, BUMD, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) akan terus memberikan dukungan agar koperasi berkembang menjadi wadah usaha yang sehat, transparan, dan mampu memberikan manfaat bagi anggotanya.
Menurutnya, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui tata kelola yang lebih profesional, inovatif, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
“Kami mengajak seluruh insan koperasi untuk bersama-sama membangun koperasi yang modern, profesional, transparan, inovatif, dan mampu bersaing. Semangat gotong royong harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas koperasi,” ujar Elisabeth Ratu Rante Allo.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat sekitar 2.900 koperasi umum yang aktif di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, terdapat 267 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), dengan sekitar 170 koperasi di antaranya telah menjalankan kegiatan usaha.
Pemerintah berharap seluruh koperasi yang telah terbentuk dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Koperasi dinilai memiliki peran penting sebagai wadah ekonomi berbasis kebersamaan yang mampu memperkuat perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua Dekopin DKI Jakarta, Suryo Bawono, menilai transformasi koperasi perlu terus dipercepat melalui digitalisasi. Ia mendorong lahirnya lebih banyak koperasi yang digerakkan generasi muda agar mampu menjawab kebutuhan ekonomi modern.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan koperasi. Saat ini juga mulai bermunculan koperasi berbasis sektor usaha tertentu, seperti koperasi pelaku usaha kafe dan komunitas bisnis lainnya.
Ia menambahkan, perkembangan koperasi harus tetap berpegang pada nilai kekeluargaan, gotong royong, serta prinsip-prinsip yang diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan semangat tersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi rakyat yang semakin kuat, adaptif, dan berkelanjutan.





