PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang membawa kabar gembira bagi para investor. Fokus utama investor saat ini tentu tertuju pada Bank Mandiri Dividen Terbaru yang nilainya sangat fantastis untuk tahun buku 2025.
Selain pembagian keuntungan, emiten bersandi saham BMRI ini juga mengumumkan aksi korporasi strategis lainnya. Bank Mandiri siap melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai yang mencapai triliunan rupiah guna menjaga stabilitas harga di pasar.
Bagi Anda yang memegang saham BMRI atau berencana masuk ke saham ini, memahami detail pembagian dividen dan rencana buyback adalah hal wajib. Berikut adalah rangkuman lengkap hasil RUPST Bank Mandiri yang perlu Anda ketahui.
Detail Pembagian Bank Mandiri Dividen Terbaru
Dalam keputusan RUPST yang digelar pada Rabu (29/4/2026), pemegang saham secara resmi menyetujui pembagian dividen tunai. Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp44,47 triliun, yang setara dengan 79% dari total laba bersih perseroan tahun 2025.
Perlu dicatat bahwa laba bersih konsolidasi Bank Mandiri sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp56,3 triliun. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,93% secara tahunan (year-on-year). Berikut adalah rincian pembayarannya:
-
Total Dividen: Rp476,95 per lembar saham.
-
Dividen Interim: Telah dibagikan pada 14 Januari 2026 sebesar Rp100 per saham.
-
Dividen Final: Sisa yang akan dibayarkan adalah sebesar Rp376,95 per saham.
Tingginya dividend payout ratio sebesar 79% menunjukkan komitmen kuat perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang sahamnya di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Rencana Buyback Saham BMRI Senilai Rp1,167 Triliun
Selain perihal Bank Mandiri Dividen Terbaru, RUPST juga memberikan restu bagi manajemen untuk melakukan buyback saham. Perseroan telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp1,167 triliun untuk aksi korporasi ini.
Tujuan utama dari buyback ini adalah untuk dialokasikan sebagai saham treasuri (treasury stock). Saham tersebut nantinya akan digunakan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai (ESA) dan manajemen (MSOP).
Manajemen Bank Mandiri menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk meningkatkan keterlibatan karyawan. Selain itu, buyback juga memberikan sinyal positif ke pasar bahwa perusahaan meyakini nilai sahamnya saat ini masih memiliki ruang pertumbuhan.
Kinerja Keuangan Bank Mandiri Tahun 2025
Keberanian Bank Mandiri dalam membagikan dividen jumbo tentu didasari oleh fundamental keuangan yang sangat solid. Meskipun laba bersih tumbuh moderat, indikator keuangan lainnya menunjukkan performa yang sangat impresif.
Berikut adalah poin-poin penting kinerja keuangan BMRI:
-
Pendapatan Bunga Bersih (NII): Mencapai Rp48,5 triliun (naik 4,38%).
-
Pendapatan Non-Bunga: Tumbuh signifikan sebesar 14,5% menjadi Rp48,5 triliun.
-
Penyaluran Kredit: Tumbuh 13,4% menjadi Rp1.895 triliun.
-
Dana Pihak Ketiga (DPK): Melonjak 23,9% mencapai Rp2.106 triliun.
-
Net Interest Margin (NIM): Terjaga pada level 5,15%.
Dengan pertumbuhan DPK yang sangat kuat, Bank Mandiri memiliki likuiditas yang lebih dari cukup untuk mendukung ekspansi kredit di masa depan sekaligus memberikan imbal hasil dividen yang menarik.
Strategi Investasi Menjelang Cum Date Dividen
Menjelang pembagian sisa dividen sebesar Rp376,95 per saham, biasanya volume perdagangan saham BMRI akan meningkat. Investor cenderung melakukan akumulasi untuk mendapatkan hak dividen sebelum tanggal cum date.
Namun, Anda juga perlu waspada terhadap potensi dividend trap, di mana harga saham seringkali terkoreksi saat memasuki tanggal ex-date. Sangat disarankan untuk memantau pergerakan pasar dan laporan riset sekuritas terkini sebelum mengambil keputusan.
Aksi buyback senilai Rp1,167 triliun yang dilakukan perusahaan juga bertindak sebagai penahan jika terjadi tekanan jual yang besar. Ini memberikan rasa aman tambahan bagi para investor jangka panjang.
Keputusan RUPST mengenai Bank Mandiri Dividen Terbaru sebesar Rp476,95 per saham menegaskan posisi BMRI sebagai salah satu saham “blue chip” favorit pemburu dividen. Ditambah dengan rencana buyback triliunan rupiah, prospek saham BMRI di tahun 2026 terlihat sangat menjanjikan.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk memperkuat portofolio investasi Anda. Pastikan Anda terus memantau jadwal resmi pembayaran dividen agar tidak kehilangan hak atas pembagian laba ini.






