Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah cepat untuk memastikan atlet rugby putri asal Garut, Siti Nur Rahayu (22), mendapatkan perawatan lanjutan. Siti kini dirawat di RS Welas Asih, Kabupaten Bandung, setelah sebelumnya menjalani tindakan medis karena kondisi usus buntu. Penanganan ini dilakukan melalui koordinasi lintas fasilitas kesehatan dan instansi terkait agar pemulihan pasien tetap terpantau.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa Siti sempat menjalani operasi di RSUD Slamet Garut. Pembiayaan operasi disebut dibantu oleh Dinas Sosial Garut melalui program Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat (Lapadruhama). Bantuan tersebut diberikan karena status kepesertaan BPJS Kesehatan Siti dalam kondisi tidak aktif, sehingga diperlukan skema dukungan lain agar tindakan medis tidak tertunda.
Seusai operasi, Siti sempat kembali ke rumah. Pada fase ini, kondisi kesehatannya tetap diawasi melalui pemantauan yang dilakukan oleh Puskesmas Haurpanggung. Pemantauan tersebut juga disebut melibatkan kolaborasi dengan petugas utusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), sebagai bagian dari perhatian terhadap kondisi atlet agar proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan medis.
Namun, setelah perkembangan kondisi dievaluasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat kemudian berkoordinasi untuk menentukan langkah lanjutan. Hasil koordinasi itu mengarah pada keputusan untuk merawat Siti di RS Welas Asih, Kabupaten Bandung, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih intensif dan pemantauan bisa lebih ketat dalam lingkungan rumah sakit.
Vini menyebutkan, ketika Siti pertama kali tiba di RS Welas Asih, pasien sempat ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di sana, Siti diperiksa oleh dokter jaga bedah, lalu menjalani penanganan sesuai prosedur kegawatdaruratan. Salah satu tindakan pemeriksaan yang dilakukan adalah rontgen untuk membantu memastikan kondisi pascaoperasi dan menentukan langkah medis yang tepat.
Saat ini, Siti dilaporkan telah dipindahkan ke kamar perawatan untuk pemantauan lebih lanjut. Pemantauan lanjutan diperlukan agar respons tubuh setelah operasi tetap terkontrol, serta untuk memastikan tidak ada komplikasi yang mengganggu proses pemulihan. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk mendukung penanganan kesehatan atlet, terutama ketika membutuhkan perawatan lanjutan dan koordinasi lintas layanan.






