Olimpiade Musim Dingin 2026: Samsung Rekam Upacara Pembukaan Pakai Smartphone, Pengalaman Jadi Lebih Imersif

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Olimpiade Musim Dingin 2026: Samsung Rekam Upacara Pembukaan Pakai Smartphone, Pengalaman Jadi Lebih Imersif

Olimpiade Musim Dingin 2026: Samsung Rekam Upacara Pembukaan Pakai Smartphone, Pengalaman Jadi Lebih Imersif

Olimpiade Musim Dingin Milano–Cortina 2026 bukan hanya soal atlet dan medali. Cara penonton menikmati momen besar juga ikut berubah. Salah satu sorotan yang mencuat adalah bagaimana Samsung, sebagai mitra global Olimpiade, mendorong pendekatan baru dalam merekam dan menyiarkan upacara pembukaan: lebih dekat, lebih bergerak, dan lebih “di tangan” para pelaku acara.

Biasanya, upacara pembukaan dikendalikan penuh oleh kamera siaran tradisional: sudut lebar, crane, steadycam, dan perangkat produksi besar lain yang menghasilkan gambar rapi namun terasa formal. Di edisi ini, konsepnya digeser. Samsung bekerja sama dengan Olympic Broadcasting Services (OBS) untuk menambah lapisan pengambilan gambar berbasis perangkat mobile.

Disebutkan, puluhan unit smartphone kelas atas ditempatkan di beberapa titik strategis, dari area tribun hingga belakang panggung. Perangkat itu berfungsi seperti “kamera tambahan” yang dapat menangkap transisi, reaksi spontan, hingga detail momen yang biasanya terlewat karena kamera besar berfokus pada adegan utama.

Tujuan pendekatan ini bukan mengganti produksi siaran utama, melainkan melengkapinya. Dengan mobile capture, penonton mendapatkan sudut pandang yang lebih variatif: dekat dengan kerumunan, lebih cepat mengikuti perpindahan, dan terasa lebih personal. Dalam konteks acara global, variasi sudut pandang seperti ini sering membuat penonton merasa lebih terhubung.

Bagian yang paling menarik justru datang dari para atlet. Mereka dilaporkan diberi perangkat edisi khusus untuk mendokumentasikan momen mereka sendiri, misalnya ketika memasuki stadion, berjumpa rekan tim, atau berinteraksi di sela parade negara. Karena direkam dari sudut pandang pelaku, kontennya terasa berbeda: lebih spontan dan tidak selalu “rapi” seperti siaran, tetapi justru itu yang menambah rasa otentik.

Ketika konten semacam ini kemudian mengalir ke media sosial, dampaknya bisa besar. Upacara pembukaan yang dulunya dinikmati sebagai tontonan satu arah, berubah menjadi pengalaman yang menyebar: potongan video pendek, reaksi real time, dan cerita di balik panggung. Bagi generasi penonton yang terbiasa melihat dunia lewat ponsel, format ini terasa natural.

Di sisi lain, ada dinamika baru yang juga perlu dibaca: batas antara siaran resmi dan konten sosial makin tipis. Ketika atlet dan perangkat mobile menjadi bagian dari “pengalaman tontonan”, Olimpiade tidak hanya menjadi acara olahraga, tetapi juga ruang interaksi digital yang terus hidup di luar jam siaran.

Samsung tampaknya membaca ini sebagai tren jangka panjang. Inovasi mobile bukan sekadar gimmick, melainkan strategi untuk menyesuaikan event besar dengan cara konsumsi konten modern: cepat, dekat, dan bisa diakses dari banyak titik pandang. Inilah alasan mengapa perekaman berbasis smartphone diposisikan sebagai bentuk “perendaman baru”.

Secara teknis, keberhasilan pendekatan ini akan sangat bergantung pada konsistensi kualitas gambar, stabilisasi, sinkronisasi dengan sistem siaran utama, dan tentu saja kurasi. Tanpa kurasi, konten bisa berlebihan dan mengaburkan narasi acara. Tetapi jika dikelola baik, ia justru memperkaya cerita Olimpiade.

Pada akhirnya, Milano–Cortina 2026 memberi gambaran arah masa depan acara global: kamera besar tetap penting, tetapi pengalaman penonton dapat diperluas dengan perspektif mobile. Bukan hanya penonton yang “melihat” Olimpiade, melainkan Olimpiade yang hadir lebih dekat ke penonton melalui perangkat yang mereka pakai setiap hari.

Berita Terkait

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda
Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing
Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026
Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan
Curug Genting Batang Tarik 100 Wisatawan per Hari Saat Libur Sekolah
Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan
Jawa Barat Luncurkan SWJ-MFT dan IPKN untuk Perkuat Pariwisata Kelas Dunia
Pemkab Bojonegoro Perkuat Program Beasiswa Demi Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:37 WIB

Wali Kota Tangerang Resmi Buka Turnamen Badminton Cipondoh, Dorong Sportivitas dan Atlet Muda

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Hari Koperasi 2026, Pelaku Koperasi Jakarta Didorong Lebih Modern dan Berdaya Saing

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Nasional Melalui Jalan Sehat HKG PKK 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Begawi Festival 2026 Promosikan Wisata Lampung Selatan Lewat Budaya dan Aksi Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:14 WIB

Disdikbud Batang Tegaskan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Perpeloncoan

Berita Terbaru