Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menjalin kerja sama strategis dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat untuk memperkuat pengawasan orang asing di wilayahnya. Kolaborasi ini juga disebut diarahkan untuk mendukung iklim investasi, seiring kebutuhan penguatan pelayanan publik dan tata kelola lintas sektor.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan kerja sama tersebut merupakan komitmen untuk membangun sinergi antarlembaga dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Ia menyebut langkah ini selaras dengan visi Bandung Barat “AMANAH” (Agamis, Maju, Aspiratif, Nyaman, Adaptif, dan Harmonis), terutama dalam peningkatan kualitas layanan dan penguatan sumber daya manusia.
Secara spesifik, kerja sama dengan pihak imigrasi ditujukan untuk meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing, sekaligus menciptakan situasi yang kondusif bagi dunia usaha. Selain itu, Pemkab Bandung Barat juga menyebut ada kolaborasi lain dengan RSIA Graha Medika yang difokuskan pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.
Jeje menegaskan penandatanganan kerja sama tidak boleh berhenti pada seremoni.
Ia meminta tindak lanjut berupa program nyata yang terukur dan berkelanjutan, agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia berharap seluruh pihak terlibat aktif sehingga sinergi yang dibangun menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Bandung Barat yang lebih sejahtera.






