Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menambah kuota program mudik gratis Lebaran 2026 setelah melihat tingginya antusiasme warga pada gelombang pendaftaran awal. Penambahan ini membuat total peserta yang akan diberangkatkan meningkat dari 600 menjadi 700 pemudik.
Tambahan kuota sebanyak 100 orang berasal dari kerja sama terbaru dengan Bank Jabar Banten (BJB). Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, menjelaskan bahwa dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk dua bus tambahan untuk mengakomodasi masyarakat yang belum mendapatkan kursi pada pendaftaran pertama.
Dishub Kabupaten Bandung disebut telah berkoordinasi secara teknis dengan BJB dan pihak terkait lain untuk memastikan kesiapan armada maupun kelengkapan administrasi peserta. Langkah ini dilakukan agar penambahan kuota tidak mengganggu jadwal dan alur pelaksanaan yang sudah dirancang sebelumnya.
Meski kuota bertambah, Dishub menegaskan tidak akan membuka pendaftaran baru atau gelombang kedua. Kebijakan ini diambil karena pemerintah daerah memprioritaskan calon peserta yang sebelumnya sudah masuk daftar tunggu saat kuota awal 600 orang penuh.
Menurut Hilman, jumlah pendaftar pada tahap pertama memang melebihi kapasitas. Karena itu, proses daftar ulang dan verifikasi akan dilakukan untuk memastikan calon pemudik yang sudah tercatat benar-benar siap berangkat dan memenuhi syarat sesuai ketentuan program.
Dalam tahap verifikasi tersebut, biasanya ada peserta yang membatalkan keberangkatan. Jika itu terjadi, kursi kosong akan dialihkan kepada pendaftar lain dari daftar tunggu yang dinilai lebih siap, sehingga distribusi kuota tetap adil dan memaksimalkan kursi yang tersedia.
Untuk jadwal keberangkatan, program mudik gratis ini direncanakan berjalan pada 17 Maret 2026 atau H-3 Idulfitri. Titik keberangkatan yang disiapkan antara lain dari DOM Balerame Soreang dan Cileunyi di depan Rumah Sakit AMC.
Rute utama perjalanan diarahkan ke Jawa Tengah melalui jalur selatan, dengan tujuan seperti Cilacap, Yogyakarta, Klaten, hingga Solo, termasuk sejumlah titik pemberhentian di sepanjang trayek. Rute ini disusun untuk menjangkau konsentrasi pemudik asal Kabupaten Bandung yang hendak pulang ke wilayah tersebut.
Dishub Kabupaten Bandung menilai program ini bukan hanya bantuan transportasi, tetapi juga langkah strategis menekan risiko kecelakaan saat arus mudik. Pemerintah berharap masyarakat beralih dari penggunaan sepeda motor ke moda yang lebih aman dan terorganisasi selama mudik Lebaran 2026.






