Rosé Blackpink kembali mencuri perhatian setelah tampil dengan gaun bergaya nightgown di pesta pasca-BRIT Awards pada 28 Februari. Penampilannya memperkuat citra Rosé sebagai salah satu figur yang paling konsisten mempopulerkan tren “gaun tidur ke ruang publik” dalam beberapa musim terakhir.
Pada acara tersebut, Rosé mengenakan gaun sutra putih bertali dua dengan potongan depan yang cukup dalam. Pilihan busana ini membuat banyak sorotan tertuju padanya, terlebih karena anggota Blackpink itu jarang tampil dengan desain yang menonjolkan sisi sensual secara terang-terangan.
Detail pita hitam besar pada gaun menambah aksen feminin dan memberi keseimbangan pada desain yang minimalis. Rosé kemudian melengkapinya dengan gaya rambut ikal lembut dan riasan yang relatif sederhana, sehingga keseluruhan tampilan tetap terasa elegan meski bertumpu pada siluet “nightwear”.
Artikel sumber menyoroti bahwa ini bukan pertama kalinya Rosé mengenakan outfit bernuansa baju tidur di depan publik. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia juga terlihat memakai gaun malam berbahan sutra atau transparan, baik di pesta mode, panggung musik, maupun pemotretan kampanye.
Pada pesta Natal tahun lalu, misalnya, Rosé sempat menarik perhatian dengan gaun malam transparan yang memperlihatkan lapisan busana di dalamnya. Penampilan itu dianggap selaras dengan tren sheer dressing dan gaya sensual yang kembali kuat di industri fashion global.
Di panggung musik dan pekan mode, Rosé juga beberapa kali mengenakan busana sutra dengan detail renda yang memberi nuansa “baru keluar dari kamar tidur”. Sebagian penggemar memuji kecocokan gaya tersebut dengan tubuh dan karakter fesyennya, tetapi tidak sedikit pula yang menilai beberapa look terlalu berani untuk konteks tertentu.
Kontroversi kecil ini justru menunjukkan bagaimana Rosé berperan dalam mendorong diskusi soal batas antara busana privat dan busana publik. Sebagai duta merek dan figur mode, pilihan outfit-nya kerap dibaca sebagai strategi untuk mengangkat daya tarik produk sekaligus memvalidasi tren yang sedang berkembang.
Tren gaun nightgown sendiri sebenarnya bukan hal baru dalam fashion. Gaya ini sudah muncul sejak era 1990-an dan kembali menguat pada masa pandemi, ketika busana rumah menjadi lebih dominan. Setelah pandemi, tren tersebut berevolusi lagi menjadi slip dress bergaya 90-an yang sering dipakai ke pesta dan acara formal non-konvensional.
Dengan kemunculan Rosé yang berulang dalam slip dress dan nightgown look, tren ini terus mendapat panggung di industri hiburan dan mode. Ia bukan sekadar mengikuti arus, tetapi ikut mengukuhkan bahwa busana bergaya piyama dan gaun tidur bisa tampil mewah, seksi, dan relevan di acara publik.






