Dunia jurnalistik tidak hanya soal mengejar kecepatan berita hard news. Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari baru-baru ini mendalami sisi humanis berita melalui Kelas Feature News. Kegiatan ini menghadirkan praktisi dari media lokal ternama, Kendariinfo, untuk memberikan perspektif baru tentang cara merangkai fakta menjadi cerita yang menggugah emosi.
Apa Itu Kelas Feature News?
Kelas Feature News adalah sesi pelatihan intensif yang dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menulis berita berkisah. Berbeda dengan berita lempeng yang kaku, feature memberikan ruang bagi penulis untuk menggunakan gaya bahasa sastrawi tanpa meninggalkan fakta.
Jurnalis Kendariinfo menekankan bahwa kekuatan utama sebuah feature terletak pada detail dan karakter. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya melihat peristiwa, tetapi juga merasakan suasana dan memahami narasumber secara mendalam.
Mengapa Mahasiswa Jurnalistik UHO Perlu Menguasai Feature?
Di tengah gempuran informasi yang serba cepat, pembaca sering kali merindukan bacaan yang memiliki “jiwa”. Oleh karena itu, menguasai penulisan kreatif menjadi nilai tambah bagi calon jurnalis masa depan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa materi ini krusial:
-
Membangun Kedekatan Emosional: Feature mampu menghubungkan pembaca dengan subjek berita melalui empati.
-
Ketahanan Konten: Berbeda dengan hard news yang cepat basi, artikel feature cenderung lebih awet dan tetap relevan dalam waktu lama.
-
Eksplorasi Kreativitas: Penulis bisa menggunakan teknik deskripsi, narasi, dan dialog untuk menghidupkan suasana.
“Menulis feature itu seperti melukis dengan kata-kata. Anda harus bisa membawa pembaca seolah-olah berada di lokasi kejadian,” ujar salah satu pemateri dari Kendariinfo.
Teknik Menulis dari Jurnalis Kendariinfo
Dalam sesi Kelas Feature News tersebut, para jurnalis berbagi tips praktis yang bisa langsung diterapkan oleh mahasiswa. Selain itu, mereka juga memberikan contoh-contoh tulisan yang pernah viral karena kekuatan narasinya.
1. Menemukan Angle yang Unik
Langkah pertama adalah mencari sudut pandang yang jarang dilirik orang lain. Misalnya, jika ada kebakaran, jangan hanya menulis tentang kerugian materi. Anda bisa menulis tentang perjuangan seorang anak yang menyelamatkan buku sekolahnya di tengah kobaran api.
2. Gunakan Lead yang Memikat
Lead atau paragraf pertama adalah penentu apakah pembaca akan lanjut membaca atau tidak. Gunakan lead deskriptif yang mampu membangkitkan panca indera pembaca sejak kalimat pertama.
3. Struktur Penulisan yang Mengalir
Meskipun bebas, tulisan tetap harus memiliki struktur yang jelas. Gunakan kata transisi seperti selain itu, namun, dan oleh karena itu untuk menyambungkan antarparagraf agar pembaca tidak merasa bingung.
Kolaborasi antara akademisi di UHO dan praktisi dari Kendariinfo diharapkan terus berlanjut. Melalui Kelas Feature News, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga gambaran nyata tentang tantangan di lapangan.
Kreativitas dalam menulis akan menjadi senjata utama bagi mahasiswa Jurnalistik UHO untuk bersaing di industri media digital. Akhirnya, jurnalisme yang baik adalah jurnalisme yang mampu memberikan dampak dan perubahan bagi masyarakat melalui cerita-cerita hebat.






