Nagari Garabak Data di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, selama bertahun-tahun lekat dengan sebutan “negeri tanpa sinyal dan tanpa aspal”. Kondisi itu membuat komunikasi darurat sulit, akses pendidikan dan kesehatan tersendat, hingga kegiatan ekonomi warga berjalan serba terbatas.
Situasi tersebut mulai berubah setelah operasional Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di wilayah itu diresmikan. Peresmian dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, sebagai penanda berakhirnya status blank spot di kawasan yang dikenal masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Sumatera Barat.
Dalam kegiatan peresmian, Andre hadir bersama sejumlah pejabat dan tokoh daerah. Di antaranya Bupati Solok Jon Firman Pandu, Manager Network Operation Productivity Telkomsel Padang Andy Suapril, Kepala Satker Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Masudi, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Solok Hafni Haviz, serta unsur pemerintahan dan masyarakat setempat.
Andre menekankan bahwa BTS bukan sekadar menyalakan sinyal telepon, melainkan membuka pintu informasi dan layanan publik. Ia menilai kehadiran jaringan telekomunikasi dapat mempercepat akses layanan kesehatan, mendukung kegiatan belajar daring, dan memberi peluang ekonomi digital bagi warga pedalaman.
Dalam pernyataannya, Andre menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel dan pihak-pihak yang mendorong pemerataan jaringan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan tentu juga Dirut Telkomsel Nugroho dan tim. Alhamdulillah hari ini kita hadir di Garabak Data. Bismillahirrahmanirrahim, dengan mengucapkan bismillah kita resmikan bersama-sama BTS Telkomsel,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia juga menyebut komitmennya untuk terus mendorong peningkatan layanan Telkomsel dan perluasan jaringan agar daerah terpencil tidak lagi terisolasi secara komunikasi. Menurutnya, pemerataan konektivitas adalah fondasi penting agar pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan yang sudah maju.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa Garabak Data merupakan nagari paling ujung di kabupaten itu dan selama ini minim sentuhan pembangunan. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam menghadirkan sinyal, serta menyatakan pemerintah daerah akan mengupayakan pembangunan jalan menuju nagari tersebut melalui dukungan pemerintah pusat.
Dari sisi operator, Andy Suapril mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga fasilitas BTS. Ia menekankan bahwa perangkat di dalamnya, terutama baterai cadangan, rawan pencurian dan punya peran vital untuk menjaga jaringan tetap menyala saat terjadi pemadaman listrik.
Wali Nagari Garabak Data, Pardinal, juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan tower tersebut. Ia memastikan warga akan menjaga fasilitas bersama-sama agar manfaat konektivitas bisa dirasakan secara berkelanjutan, bukan hanya untuk kebutuhan komunikasi harian, tetapi juga untuk masa depan pendidikan dan ekonomi nagari.
Dengan beroperasinya BTS Telkomsel di Garabak Data, warga kini memiliki akses yang lebih terbuka ke dunia digital. Harapan baru pun muncul: layanan publik lebih mudah dihubungi, peluang usaha bisa dipasarkan lebih luas, dan keterisolasian komunikasi yang dulu dianggap “takdir” perlahan berubah menjadi cerita lama.






