Peringatan Nuzulul Quran di Kabupaten Bogor tahun ini menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Dalam kegiatan yang dirangkai dengan Tabligh Akbar Penyejuk Hati di Masjid Baitul Faizin, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak masyarakat menjadikan momen turunnya Al-Qur’an sebagai titik balik untuk memperbaiki diri.
Di hadapan jamaah pada Sabtu malam (7/3/2026), Rudy menekankan bahwa Ramadan adalah “ruang latihan” yang ideal untuk menata ulang kebiasaan. Menurutnya, bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang merapikan niat, memperbanyak ibadah, dan menguatkan hubungan sosial di lingkungan.
Ia mengingatkan, nilai Al-Qur’an seharusnya tidak berhenti di lantunan tilawah, melainkan terasa dalam sikap sehari-hari. Dari cara berbicara, cara bermusyawarah, sampai cara menyelesaikan masalah tanpa memperbesar konflik. Di titik ini, Rudy menekankan pentingnya ukhuwah dan kebersamaan agar masyarakat tetap rukun, terutama saat suasana Ramadan hingga Idulfitri biasanya padat aktivitas.
“Momentum Nuzulul Quran ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan ruqyah keislaman, memperkuat ukhuwah, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Kabupaten Bogor,” kurang lebih demikian pesan yang ia sampaikan. Intinya jelas: iman harus punya wujud, bukan sekadar slogan yang bagus untuk spanduk acara.
Selain pesan spiritual, Rudy juga menyinggung urusan yang sangat “duniawi” tapi sering terlupakan saat mudik: keamanan lingkungan. Ia mengimbau warga yang berencana pulang kampung untuk melapor kepada RT dan RW setempat. Tujuannya agar lingkungan tetap terpantau ketika rumah ditinggalkan, dan potensi gangguan keamanan bisa dicegah lebih dini.
Rudy juga mengajak warga menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadan sampai perayaan Idulfitri. Menurutnya, ketenangan beribadah dan rasa aman tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari kerja sama warga—mulai dari saling mengingatkan, tidak mudah terpancing isu, sampai menjaga ketertiban di sekitar tempat ibadah.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Bogor menyalurkan wakaf Al-Qur’an sebanyak 4.000 mushaf untuk didistribusikan ke masjid-masjid di wilayah Kabupaten Bogor. Program ini diperkuat dengan tambahan 2.000 mushaf dari Polres Bogor, sehingga total dukungan mushaf yang disiapkan dalam momen tersebut mencapai 6.000 eksemplar.
Penyaluran mushaf ini diharapkan bukan hanya menambah jumlah Al-Qur’an di masjid, tetapi juga menambah semangat membaca dan mempelajari isinya. Karena pada akhirnya, tantangan terbesar bukanlah mendapatkan mushaf—melainkan menjaga agar isi Al-Qur’an benar-benar hidup dalam perilaku. Kalau mushafnya banyak tapi akhlaknya tetap “low batt”, itu namanya belum update iman.






